Site icon RMTVNEWS.COM

Anak Ahmad Ali Mundur dari NasDem, Mulai Bergeser ke PSI?

Putra Ahmad Ali Mundur dari NasDem, Mulai Bergeser ke PSI?

Mohammad Anugerah Pratama atau Nugie, putra Ahmad Ali, yang mengundurkan diri dari Partai NasDem. Proses PAW DPRD Kota Palu tengah berlangsung. Foto: ANTARA/Dokumentasi Pribadi

PALU — Mohammad Anugerah Pratama atau Nugie, putra politikus Ahmad Ali, mengundurkan diri dari Partai NasDem sekaligus dari jabatannya sebagai anggota DPRD Kota Palu periode 2024–2029.

Pengunduran diri tersebut disampaikan Nugie setelah dokumen pengunduran dirinya ditandatangani dan diserahkan kepada Ketua DPD Partai NasDem Kota Palu pada 5 Agustus 2026.

“Pada tanggal 5 Agustus 2026, saya sudah menandatangani semua dokumennya dan sudah langsung kasih ke ketua DPD Partai NasDem, dan langsung diverifikasi dengan KPU. Jadi saya secara resmi bukan NasDem lagi,” kata Nugie di Palu, Selasa (29/9/2026).

Nugie sebelumnya merupakan anggota DPRD Kota Palu sekaligus Wakil Ketua II DPRD Kota Palu dari Fraksi NasDem.

Ia mengatakan keputusan meninggalkan NasDem telah dipertimbangkan cukup lama, terutama terkait perjalanan karier politiknya ke depan.

“Saya lebih fokus ke karier saya ke depan. Untuk perasaan, belakangan,” ujarnya.

Keputusan Nugie meninggalkan NasDem berlangsung di tengah perubahan kendaraan politik ayahnya.

Ahmad Ali yang sebelumnya dikenal sebagai salah satu elite Partai NasDem kini menjabat Ketua Harian DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Sementara ibunya, Nilam Sari Lawira, masih menjabat Ketua DPW Partai NasDem Sulawesi Tengah.

Nugie sendiri menyebut perjalanan politik ayahnya sebagai salah satu pertimbangan dalam mengambil keputusan.

“Yang paling mendasar itu karena bapak saya yang sudah mengurus NasDem selama 11 tahun. Menurut saya, sebagai sebuah partai penting untuk menghargai kadernya,” katanya.

Dalam pernyataannya, Nugie juga menyebut PSI sebagai partai yang memberikan ruang bagi generasi muda. Ia mengatakan salah satu fokus politiknya ke depan adalah mendorong anak muda agar lebih memahami dan terlibat dalam politik.

Namun, dalam pernyataan tersebut, Nugie tidak secara eksplisit menyatakan telah resmi menjadi kader PSI.

Selain alasan perjalanan karier politik, Nugie juga menyinggung pengalamannya selama berada di NasDem.

Ia menilai terdapat ketidaksesuaian antara slogan NasDem sebagai partai tanpa mahar dengan pengalaman yang dirasakannya.

“NasDem dari awal jargonnya partai tanpa mahar. Setelah saya masuk di dalam, menurut saya tidak sesuai,” ungkapnya.

 

Ia mengatakan keputusan meninggalkan NasDem tidak semata-mata berkaitan dengan persoalan pribadi, tetapi juga dengan rencana melanjutkan karier politik serta mengembangkan gagasan yang selama ini belum sepenuhnya dapat diwujudkan.

PAW DPRD Palu Berjalan

Seiring pengunduran dirinya, proses pergantian antarwaktu (PAW) Nugie sebagai anggota DPRD Kota Palu juga berjalan.

Ketua DPRD Kota Palu Rico Djanggola membenarkan bahwa DPRD telah menerima proses pengunduran diri tersebut.

“Iya betul, kemarin KPU sudah memberikan surat balasan terkait PAW Wakil Ketua II DPRD,” kata Rico.

Usulan PAW disampaikan melalui surat Nomor 09-SE.2/DPD-NasDem-Palu/IX/2026 tertanggal 20 September 2026.

Rico menjelaskan DPRD selanjutnya akan menyurati gubernur melalui wali kota untuk mendapatkan surat keputusan mengenai calon anggota DPRD yang akan menggantikan Nugie sesuai usulan partai politik.

“DPRD memproses permintaan PAW dari partai sesuai mekanisme dan aturan yang berlaku,” ujarnya.

Exit mobile version