Site icon RMTVNEWS.COM

Sebelum Dilarang di Jakarta, Konser Israel Houghton Lebih Dulu Dipersoalkan di Malaysia 

Sebelum Dilarang di Jakarta, Konser Israel Houghton Lebih Dulu Dipersoalkan di Malaysia 

Israel Houghton, penyanyi gospel dan musik Kristen kontemporer asal Amerika Serikat yang konsernya di Sabah, Malaysia, lebih dulu mendapat perhatian kepolisian sebelum rencana konsernya di Jakarta dilarang pemerintah Indonesia. Foto: Ist

JAKARTA — Konser penyanyi gospel Amerika Serikat Israel Houghton lebih dulu mendapat perhatian kepolisian Sabah, Malaysia, sebelum pemerintah Indonesia melarang konsernya di Jakarta.

Polisi Sabah pada 28 September 2026 menyatakan akan menyarankan pemerintah negara bagian menunda konser Houghton jika penyelenggara mengajukan permohonan resmi.

Pesuruhjaya Polis Sabah Datuk Jauteh Dikun mengatakan polisi telah menerima dua laporan terkait rencana konser tersebut.

Polisi juga mencatat adanya reaksi masyarakat dan sensitivitas terkait acara itu.

Jauteh mengatakan nama Israel Houghton serta dugaan sikapnya terhadap Israel menjadi salah satu hal yang memicu sensitivitas.

Houghton sebelumnya pernah menyatakan dukungan terhadap Israel melalui unggahan di Instagram pada 8 Oktober 2023.

Polisi Sabah juga menyebut penyelenggara belum mengajukan permohonan resmi kepada pemerintah negara bagian, meskipun informasi mengenai tanggal, lokasi dan harga tiket telah dipromosikan.

Konser tersebut dijadwalkan berlangsung pada 22 hingga 25 Oktober 2026 di sejumlah lokasi di Kota Kinabalu dan merupakan bagian dari tur internasional Houghton.

Jauteh mengatakan polisi akan terus memantau perkembangan dan mengambil keterangan dari pihak-pihak terkait.

Setelah Sabah, Muncul Polemik di Indonesia

Beberapa hari setelah pernyataan kepolisian Sabah, persoalan serupa muncul di Indonesia.

Pemerintah Indonesia pada 5 Oktober 2026 melarang konser Israel Houghton bersama Israel & New Breed yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada 24 Oktober 2026.

Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra mengatakan keputusan tersebut diambil setelah koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait serta mempertimbangkan aspek keamanan.

Yusril juga menyebut belum ada permohonan izin penyelenggaraan konser maupun pengajuan visa konser kepada pemerintah Indonesia.

Menurut Yusril, pemerintah juga mempertimbangkan kontroversi konser serupa di sejumlah negara yang disebut berkaitan dengan penyampaian dukungan terhadap Israel.

Pemerintah menegaskan keputusan tersebut bukan karena musik gospel atau kegiatan keagamaan.

Israel Houghton merupakan penyanyi, penulis lagu dan musisi gospel serta contemporary Christian asal Amerika Serikat.

Ia juga dikenal melalui grup musik Israel & New Breed dan telah meraih delapan Grammy Awards.

Exit mobile version