Artinya, bukan sekadar sering berbicara mengenai seks, tetapi bagaimana pasangan berkomunikasi mengenai kebutuhan, keinginan, dan batasan masing-masing.

Temuan itu dapat membantu menjelaskan mengapa dirty talk bisa memberikan pengalaman berbeda bagi setiap pasangan. Ketika komunikasi seksual sesuai dengan preferensi kedua pihak, kata-kata tersebut dapat menjadi bagian dari interaksi yang membangun suasana intim.

Bukan berarti harus menggunakan kata-kata vulgar

Dirty talk tidak selalu berarti menggunakan kata-kata kasar atau vulgar. Dalam konteks hubungan seksual, komunikasi dapat berupa ungkapan ketertarikan, pujian, menyampaikan keinginan, atau memberi respons terhadap pasangan.

Penelitian Jennifer L. Montesi dan sejumlah peneliti yang diterbitkan dalam Journal of Social and Personal Relationships juga menemukan bahwa komunikasi seksual terbuka memiliki hubungan dengan kepuasan seksual dan kepuasan hubungan secara keseluruhan.

Studi tersebut melibatkan 116 pasangan heteroseksual yang menjalani hubungan monogamis.

Dengan demikian, komunikasi seksual lebih tepat dipahami sebagai cara pasangan menyampaikan dan memahami kebutuhan masing-masing, bukan sekadar penggunaan istilah tertentu.

Mengapa kata-kata dapat memengaruhi gairah?

Hubungan seksual melibatkan aspek fisik sekaligus psikologis. Kata-kata dari pasangan dapat membantu menciptakan suasana, memberikan perhatian, sekaligus menyampaikan ketertarikan.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.