Selain Muara Lawai, pertumbuhan volume juga didukung penambahan mitra pada relasi Tanjung Enim–Kertapati yang mulai dilayani sejak Juli 2026.
KAI Logistik memperkirakan peningkatan kapasitas pada relasi tersebut dapat memberikan kontribusi volume hingga 2,2 juta ton sampai akhir 2026.
Perusahaan juga berupaya memperkuat konektivitas logistik pada jalur-jalur strategis dengan mengintegrasikan layanan bongkar muat dan distribusi melalui jaringan kereta api.
Integrasi ini ditujukan untuk menghubungkan sentra produksi, terminal, dan titik tujuan secara lebih efektif.
Yuskal mengatakan KAI Logistik akan melanjutkan penguatan kapasitas, produktivitas, dan konektivitas layanan guna memenuhi kebutuhan distribusi komoditas strategis.
“Upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menghadirkan layanan logistik yang andal, efisien, terintegrasi, dan berkelanjutan, sekaligus memberikan kontribusi terhadap penguatan rantai pasok dan kesinambungan aktivitas ekonomi nasional,” katanya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


Tinggalkan Balasan