Penurunan terbesar terjadi pada kontrak dengan PT Twink Indonesia. Nilai kontrak tersebut turun 99,10 persen menjadi Rp873 juta.
Sementara kontribusi PT Solusi Tunas Pratama Tbk turun menjadi 5,92 persen atau setara Rp53,15 miliar.
Di sisi lain, PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) masih menjadi pelanggan dengan kontribusi terbesar.
Pendapatan dari pelanggan tersebut mencapai Rp180,89 miliar atau sekitar 20,16 persen dari total pendapatan perseroan.
Dengan kondisi tersebut, pertumbuhan pendapatan BACH pada semester I 2026 tetap mencapai dua digit meskipun kontribusi dari sejumlah pelanggan besar mengalami penurunan.
BACH mencatatkan sahamnya di BEI pada 8 Juli 2026.
Laporan semester I 2026 menjadi salah satu gambaran awal kinerja perseroan setelah berstatus sebagai perusahaan terbuka.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


Tinggalkan Balasan