RMTVNEWS.COM — PT BACH Multi Global Tbk (BACH) mencatat pertumbuhan kinerja pada semester I 2026 setelah resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 8 Juli 2026.
Salah satu perubahan paling menonjol terlihat dari bisnis penyewaan genset yang mencatat pertumbuhan pendapatan hingga 1.574 persen.
Dalam laporan keuangan semester I 2026, pendapatan neto BACH mencapai Rp897,41 miliar, naik 22,23 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan pendapatan tersebut diikuti kenaikan laba usaha sebesar 39,11 persen menjadi Rp120,93 miliar.
Sementara laba bersih tercatat Rp77,68 miliar, meningkat 25,26 persen.
Kinerja tersebut sekaligus memperlihatkan perubahan komposisi sumber pendapatan perseroan.
Sewa genset tumbuh 1.574 persen
Segmen infrastruktur telekomunikasi yang selama ini menjadi salah satu penopang bisnis BACH justru mengalami penurunan pendapatan 2,48 persen menjadi Rp366,63 miliar.
Laba kotor dari segmen tersebut juga turun 25,26 persen menjadi Rp53,42 miliar.
Pada saat yang sama, bisnis penyewaan genset tumbuh signifikan. Pendapatan dari segmen tersebut melonjak 1.574 persen menjadi Rp163,89 miliar.
Selain penyewaan, penjualan genset juga masih mencatat pertumbuhan. Pendapatan dari lini tersebut naik 5,30 persen menjadi Rp366,89 miliar.
Pertumbuhan bisnis penyewaan genset turut meningkatkan kontribusi segmen genset terhadap laba kotor perseroan.
Laba kotor segmen genset meningkat 146,78 persen menjadi Rp142,59 miliar.
Margin kotor dari bisnis penyewaan genset tercatat 55,30 persen. Kondisi tersebut ikut mendorong margin laba kotor konsolidasi BACH dari 17,61 persen pada periode sebelumnya menjadi 21,84 persen pada semester I 2026.
Selain perubahan komposisi bisnis, BACH juga mencatat penurunan konsentrasi pelanggan.
Kontribusi pelanggan utama terhadap pendapatan perseroan turun dari 47,28 persen menjadi 26,18 persen.
Penurunan terbesar terjadi pada kontrak dengan PT Twink Indonesia. Nilai kontrak tersebut turun 99,10 persen menjadi Rp873 juta.
Sementara kontribusi PT Solusi Tunas Pratama Tbk turun menjadi 5,92 persen atau setara Rp53,15 miliar.
Di sisi lain, PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) masih menjadi pelanggan dengan kontribusi terbesar.
Pendapatan dari pelanggan tersebut mencapai Rp180,89 miliar atau sekitar 20,16 persen dari total pendapatan perseroan.
Dengan kondisi tersebut, pertumbuhan pendapatan BACH pada semester I 2026 tetap mencapai dua digit meskipun kontribusi dari sejumlah pelanggan besar mengalami penurunan.
BACH mencatatkan sahamnya di BEI pada 8 Juli 2026.
Laporan semester I 2026 menjadi salah satu gambaran awal kinerja perseroan setelah berstatus sebagai perusahaan terbuka.
