Dalam pernyataannya, Ustadz Niko menyebut Denjalu memiliki tugas mengawal dan menjaga ulama yang memiliki kredibilitas, etika, moral, serta akhlak dalam memberikan edukasi kepada umat.

Singgung Peran di Timor-Leste

Muhammad Niko juga menjelaskan aktivitasnya di Timor-Leste. Dalam video tersebut, ia menyebut dirinya sebagai bagian dari Urusan Luar Negeri Dewan Dakwah Islam Timor-Leste serta Dewan Syuriah PCI NU Timor-Leste.

Ia mengatakan perbedaan latar belakang dan organisasi tidak boleh menjadi alasan untuk memecah persatuan. Muhammad Niko juga menyerukan agar hubungan NU dan Muhammadiyah tetap dijaga sebagai bagian dari persatuan umat.

“Baik yang ada di Muhammadiyah maupun yang ada di NU adalah Islam itu satu, bukan Islam dua,” ujarnya.

Dalam bagian lain pernyataannya, Muhammad Niko menegaskan dukungannya terhadap Presiden Prabowo Subianto dan pemerintahan yang berjalan. Ia menyebut Presiden sebagai simbol kesatuan negara serta meminta semua pihak menjaga stabilitas pemerintahan.

Ustadz Niko juga menyatakan GRIB Jaya bersama Denjalu dan sejumlah elemen lainnya akan mengawal pemerintahan Prabowo. Ia menegaskan komitmennya terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Indonesia adalah harga mati. Jangan diobok-obok siapapun orangnya,” tegasnya.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.