JAKARTA – Ustaz Muhammad Niko, Panglima Detasemen Jaga Ulama (Denjalu) se-Indonesia, sekaligus guru spiritual Pagar Nusa Cabang Istimewa Timor-Leste dan Dewan Syuriah PCI Nahdlatul Ulama (NU) Timor-Leste, angkat bicara terkait polemik antara Ketua Umum GRIB Jaya Haji Hercules Rosario Marshal dengan Habib Rizieq Shihab.

Ustadz Niko menyampaikan pembelaan terhadap Haji Hercules setelah Habib Rizieq memberikan respons atas sikap Hercules yang sebelumnya mengkritik tokoh senior Amien Rais.

Polemik tersebut bermula dari pernyataan Haji Hercules yang menyayangkan sikap Amien Rais yang dinilai menyinggung Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya sekaligus melontarkan kritik terhadap pemerintah.

Haji Hercules menilai Amien Rais sebagai tokoh senior dan panutan nasional semestinya menjaga perkataan ketika menyampaikan kritik agar tidak mengarah pada persoalan pribadi.

Pernyataan Haji Hercules tersebut kemudian mendapat respons dari Habib Rizieq yang memberikan pembelaan terhadap Amien Rais. Dalam responsnya, Habib Rizieq juga menyinggung Haji Hercules, termasuk mengenai aktivitas Hercules di kawasan Tanah Abang.

Pernyataan tersebut kemudian ditanggapi Ustadz Niko. Dalam pernyataannya melalui sebuah video yang diunggah akun YouTube @J.Baswara, Ustadz Niko mengaku keberatan dengan pernyataan yang menurutnya memberikan stigma terhadap Hercules.

Ia menyebut memiliki hubungan kekeluargaan dengan Hercules karena sama-sama memiliki latar belakang dari kawasan Timur Indonesia.

Menurut Ustadz Niko, persoalan mengenai aktivitas Hercules di Tanah Abang seharusnya dilihat berdasarkan kondisi nyata di lapangan. Karena itu, ia mengaku turun langsung ke kawasan tersebut untuk mencari informasi dari masyarakat.

“Saya turun ke lapangan cek kebenarannya. Selama satu minggu saya berada di Tanah Abang. Saya tanyakan kepada tokoh agama, tokoh pemuda, dan kepada ibu bapak pedagang kaki lima,” katanya, dikutip pada Sabtu (22/8/2026).

Ia mengklaim hasil penelusuran tersebut tidak sepenuhnya sesuai dengan narasi yang disampaikan dalam video Habib Rizieq.

“Realita kondisi di lapangan tidak seperti apa yang Bapak utarakan di dalam video klip ini,” ujar Muhammad Niko.

Ustadz Niko juga menyoroti hubungan Haji Hercules dengan masyarakat Tanah Abang. Ia mengatakan Hercules justru dilepas dengan baik oleh masyarakat ketika meninggalkan kawasan tersebut.

“Masyarakat di sana ketika beliau meninggalkan tempat itu dipamit baik-baik, masyarakat di sana itu diantar, lepaskan beliau dengan tangisin air mata,” katanya.

Selain itu, Ustadz Niko menyebut Hercules meninggalkan sebuah masjid yang menurutnya menjadi tanda kenangan bagi masyarakat setempat.

“Beliau (Hercules) telah meninggalkan satu buah masjid di sana sebagai tanda kenangan untuk umat di sana beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah,” ujarnya.

Muhammad Niko juga menyebut Hercules melakukan kegiatan sosial berupa santunan anak yatim. Ia mengatakan dirinya turut mengawal kegiatan tersebut bersama sejumlah ulama dan tokoh agama.

Muhammad Niko kemudian meminta Habib Rizieq mengedepankan dialog apabila terdapat persoalan dengan Haji Hercules. Menurutnya, apabila Hercules dianggap melakukan kesalahan, persoalan tersebut seharusnya diselesaikan melalui komunikasi secara langsung.

Ia juga mengingatkan bahwa seorang ulama memiliki tanggung jawab memberikan nasihat dan siraman rohani yang menyejukkan kepada masyarakat.

“Bapak harus menyampaikan siraman rohani yang menyejukkan kepada umat yang ada di sekitar Jabotabek maupun di seluruh Nusantara,” katanya.

Tolong Jaga Mulut dan Hati

Ustadz Muhammad Niko kemudian menyampaikan teguran langsung kepada Habib Rizieq agar menjaga ucapan dan sikap sebagai seorang tokoh agama.

“Bapak tolong dijaga baik-baik mulutnya, hatinya,” tegas Ustadz Niko. Ia juga meminta agar tokoh agama memberikan contoh, etika, moral, dan keteladanan yang baik kepada generasi bangsa.

Dalam pernyataannya, Ustadz Niko menyebut Denjalu memiliki tugas mengawal dan menjaga ulama yang memiliki kredibilitas, etika, moral, serta akhlak dalam memberikan edukasi kepada umat.

Singgung Peran di Timor-Leste

Muhammad Niko juga menjelaskan aktivitasnya di Timor-Leste. Dalam video tersebut, ia menyebut dirinya sebagai bagian dari Urusan Luar Negeri Dewan Dakwah Islam Timor-Leste serta Dewan Syuriah PCI NU Timor-Leste.

Ia mengatakan perbedaan latar belakang dan organisasi tidak boleh menjadi alasan untuk memecah persatuan. Muhammad Niko juga menyerukan agar hubungan NU dan Muhammadiyah tetap dijaga sebagai bagian dari persatuan umat.

“Baik yang ada di Muhammadiyah maupun yang ada di NU adalah Islam itu satu, bukan Islam dua,” ujarnya.

Dalam bagian lain pernyataannya, Muhammad Niko menegaskan dukungannya terhadap Presiden Prabowo Subianto dan pemerintahan yang berjalan. Ia menyebut Presiden sebagai simbol kesatuan negara serta meminta semua pihak menjaga stabilitas pemerintahan.

Ustadz Niko juga menyatakan GRIB Jaya bersama Denjalu dan sejumlah elemen lainnya akan mengawal pemerintahan Prabowo. Ia menegaskan komitmennya terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Indonesia adalah harga mati. Jangan diobok-obok siapapun orangnya,” tegasnya.

Ia kemudian menyampaikan sikap lebih lanjut terkait keberlanjutan pemerintahan hingga 2029.

“Siapa yang berani-berani mengobok-obok dan apalagi mau menggulingkan, maka Denjalu dengan GRIB Jaya dengan para jawara-jawara yang cinta kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia mengawal Pak Prabowo sampai titik darah penghabisan,” katanya.

 

Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.