ATLANTA – Semifinal Piala Dunia 2026 akan menghadirkan salah satu duel paling bergengsi dalam sejarah sepak bola dunia ketika Timnas Inggris berhadapan dengan Timnas Argentina di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Amerika Serikat, Kamis (16/7/2026) dini hari WIB.

Laga ini bukan sekadar perebutan tiket menuju final, tetapi juga menjadi kelanjutan dari rivalitas klasik yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

Argentina melangkah ke babak empat besar setelah menaklukkan Swiss dengan skor 3-1 melalui babak perpanjangan waktu. Alexis Mac Allister membuka keunggulan pada menit ke-10 sebelum Swiss menyamakan skor lewat Dan Ndoye di babak kedua.

Setelah Swiss bermain dengan 10 pemain akibat kartu merah Breel Embolo, Argentina memastikan kemenangan melalui gol Julian Alvarez dan Lautaro Martinez di extra time.

Di sisi lain, Inggris tampil konsisten sepanjang turnamen. Pasukan Thomas Tuchel sukses menyingkirkan Norwegia pada perempat final dan kini mencatat empat kemenangan beruntun.

Jude Bellingham menjadi motor permainan The Three Lions dengan torehan enam gol, sementara Harry Kane terus menjadi ancaman utama di lini depan.

Rivalitas Panjang yang Sarat Sejarah

Pertemuan Inggris dan Argentina selalu menghadirkan tensi tinggi. Kedua negara telah bertemu lima kali di Piala Dunia sebelum edisi 2026.

Rekor pertemuan di Piala Dunia:

  • 1962: Inggris 3-1 Argentina
  • 1966: Inggris 1-0 Argentina
  • 1986: Argentina 2-1 Inggris
  • 1998: Inggris 2-2 Argentina (Argentina menang adu penalti 4-3)
  • 2002: Inggris 1-0 Argentina

Laga paling dikenang tentu terjadi pada Piala Dunia 1986 di Meksiko. Diego Maradona mencetak dua gol legendaris, termasuk gol kontroversial “Hand of God” dan gol terbaik sepanjang sejarah Piala Dunia setelah melewati lima pemain Inggris.

Rivalitas berlanjut di Prancis 1998 ketika David Beckham menerima kartu merah usai insiden dengan Diego Simeone. Argentina akhirnya menang melalui adu penalti. Empat tahun kemudian, Inggris membalas kekalahan tersebut melalui penalti David Beckham di Piala Dunia 2002.

Kini, setelah hampir 21 tahun tanpa bertemu di turnamen besar, kedua negara kembali dipertemukan dalam pertandingan yang menentukan satu tempat di final.

Messi Hadapi Inggris untuk Pertama Kalinya

Semifinal ini juga menjadi momen bersejarah bagi Lionel Messi. Meski telah mencatat lebih dari 200 penampilan bersama Argentina, delapan Ballon d’Or, serta membawa negaranya menjuarai Piala Dunia 2022, Messi belum pernah sekalipun menghadapi Inggris dalam pertandingan internasional resmi.

Kapten Argentina itu datang dengan performa impresif setelah mencetak delapan gol di Piala Dunia 2026 dan masih bersaing dalam perebutan Sepatu Emas.

Selain menjadi top skor sementara Argentina, Messi juga telah mencatat dua digit kontribusi gol dalam dua edisi Piala Dunia terakhir.

Para pengamat menilai pengalaman dan visi bermain Messi tetap menjadi ancaman terbesar bagi pertahanan Inggris meski usianya kini menginjak 39 tahun.

Adu Bintang dan Adu Strategi

Inggris mengandalkan kombinasi generasi muda dan pemain berpengalaman. Jude Bellingham tampil luar biasa sepanjang turnamen, sedangkan Harry Kane berpeluang mencatat penampilan ke-121 bersama timnas Inggris.

Sementara Argentina masih bertumpu pada duet Lionel Messi dan Julian Alvarez yang terus menunjukkan efektivitas di lini depan. Pelatih Lionel Scaloni juga memiliki opsi Lautaro Martinez yang kerap menjadi pembeda dari bangku cadangan.

Perkiraan Susunan Pemain

Inggris (4-2-3-1):
Pickford; Konsa, Stones, Guehi, O’Reilly; Rice, Anderson; Saka, Bellingham, Gordon; Kane.

Argentina (4-3-1-2):
Emiliano Martinez; Molina, Romero, Lisandro Martinez, Tagliafico; De Paul, Enzo Fernandez, Mac Allister; Messi; Julian Alvarez.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.