Meski hidup dalam keterbatasan, semangat belajarnya tidak pernah surut. Sudaryono memiliki kebiasaan belajar selepas salat Subuh sebelum berangkat sekolah.
Materi pelajaran yang akan diajarkan guru telah dipelajarinya terlebih dahulu sehingga ketika berada di kelas ia mampu menjawab berbagai pertanyaan dengan baik. Prestasi akademiknya pun selalu menonjol sejak duduk di bangku sekolah dasar hingga menengah.
Lulus dengan nilai terbaik dari SMP Negeri 2 Toroh pada tahun 2000, Sudaryono berhasil memperoleh beasiswa untuk menempuh pendidikan di SMA Taruna Nusantara, Magelang. Di sekolah berasrama tersebut, ia ditempa dengan pendidikan disiplin dan kepemimpinan yang membentuk karakter serta visi hidupnya.
Kisah haru juga mewarnai masa pendidikannya di Taruna Nusantara. Saat orang tuanya datang menjenguk dan memberikan uang saku sebesar Rp500 ribu, Sudaryono hanya menerima Rp200 ribu dan meminta ayahnya menggunakan sisanya untuk membeli pupuk.
Peristiwa itu dikenang keluarganya sebagai bukti kepedulian Sudaryono terhadap kondisi ekonomi orang tuanya.
Setelah lulus sebagai siswa terbaik SMA Taruna Nusantara pada 2003, Sudaryono kembali memperoleh beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke National Defense Academy of Japan. Di Jepang, ia menempuh pendidikan teknik mesin dan meraih gelar Bachelor of Engineering pada 2009.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


Tinggalkan Balasan