JAKARTA — Rentetan dugaan keracunan setelah konsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mengguncang pelaksanaan program unggulan pemerintah. Dalam beberapa hari terakhir, kasus dilaporkan terjadi di sejumlah daerah dengan jumlah penerima manfaat yang terdampak mencapai ribuan orang.

Kondisi tersebut membuat persoalan MBG tidak lagi cukup dilihat sebagai kesalahan satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Desakan mulai mengarah pada evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan pangan, distribusi, pengawasan, hingga tata kelola program secara nasional.

Data yang Mitra SPPG Makale Batupapan 1, Louice Cristiana Mangontan atau akrab disapa Lusi, menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kantor DPRD Tana Toraja, Jumat (4/9/2026). Dalam RDP tersebut, Lusi mendapat protes dari sejumlah orang tua siswa yang anaknya diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan MBG.

dikutip Associated Press menyebut sekitar 1.950 orang mengalami gejala seperti diare, mual dan muntah dalam rangkaian dugaan keracunan yang terjadi antara Selasa hingga Kamis di sejumlah wilayah.

Kasus dilaporkan antara lain di Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Barat, Aceh dan Sulawesi Selatan.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.