Di Tana Toraja, jumlah siswa dan guru yang diduga mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi MBG mencapai 173 orang. Sebagian korban mendapatkan perawatan di rumah sakit dan puskesmas. Penyebab pasti kejadian masih dalam penyelidikan dan belum dapat dipastikan seluruhnya disebabkan oleh makanan MBG.
Sementara di Sidoarjo, kasus dugaan keracunan menimpa ratusan santri Pondok Pesantren Mambaul Hikam. Sampel makanan dan muntahan korban diperiksa untuk mengetahui penyebab gangguan kesehatan tersebut.
Rentetan kejadian itu kemudian memunculkan pertanyaan yang lebih besar: apakah sistem pengawasan MBG mampu mencegah masalah sebelum makanan sampai kepada penerima manfaat?
DPR Minta Audit, Bukan Sekadar Evaluasi Lokal
Anggota Komisi IX DPR RI Nurhadi menilai kasus Sidoarjo tidak semestinya dipandang sebagai kejadian yang berdiri sendiri.
Ia meminta Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan audit nasional terhadap SPPG dan mengevaluasi sistem keamanan pangan MBG secara menyeluruh. Menurutnya, keselamatan penerima manfaat harus menjadi prioritas utama.
Nurhadi menilai apabila kasus serupa terus terjadi di berbagai daerah, pemerintah perlu mencari akar persoalan dalam sistem, bukan hanya memberikan sanksi kepada satu unit pelayanan yang bermasalah.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


Tinggalkan Balasan