JAKARTA — Direktur sekaligus Chief Financial Officer (CFO) PT Bayan Resources Tbk (BYAN), Alastair Gordon Christopher McLeod, melepas sebagian saham yang dimilikinya ketika rencana masuknya pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam ke perusahaan tambang tersebut memasuki tahap perjanjian jual beli saham bersyarat.
Berdasarkan keterbukaan informasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), McLeod menjual 185.200 saham BYAN dengan harga Rp13.352 per saham pada 21 September 2026. Nilai transaksi tersebut mencapai sekitar Rp2,47 miliar.
Setelah transaksi, kepemilikan saham McLeod di BYAN berkurang dari 4 juta saham menjadi 3,8148 juta saham. Meski demikian, hak suara yang dimilikinya tetap tercatat sebesar 0,01 persen.
Transaksi tersebut dilakukan secara tidak langsung atau indirect sale. Laporan perubahan kepemilikan saham itu disampaikan kepada OJK pada 22 September 2026 sesuai ketentuan mengenai laporan kepemilikan atau perubahan kepemilikan saham perusahaan terbuka.
Pelepasan saham oleh petinggi BYAN tersebut terjadi beberapa hari setelah Low Tuck Kwong dan Elaine Low menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat dengan PT Jhonlin Baratama pada 16 September 2026.
Jhonlin Baratama merupakan entitas usaha yang dikendalikan Haji Isam. Perjanjian tersebut mencakup rencana pengalihan 10.000.000.500 saham BYAN atau sekitar 30 persen dari total saham beredar Bayan Resources.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


Tinggalkan Balasan