Jakarta — Program Makan Bergizi Gratis menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,61 persen pada triwulan I 2026 secara tahunan (year-on-year/yoy).

Angka pertumbuhan ini meningkat dibandingkan triwulan I 2025 yang sebesar 4,87 persen.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, nilai produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada periode tersebut mencapai Rp6.187,2 triliun atas dasar harga berlaku dan Rp3.447,7 triliun atas dasar harga konstan.

Dari sisi lapangan usaha, dampak program Makan Bergizi Gratis terlihat jelas pada sektor penyediaan akomodasi serta makanan dan minuman yang mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 13,14 persen.

Lapangan usaha yang tumbuh tinggi, antara lain penyediaan akomodasi dan makanan minuman yang tumbuh sebesar 13,14 persendimana hal ini didorong oleh peningkatan kinerja penyediaan makan minuman seiring dengan momen libur nasionaldan juga perluasan cakupan program makan bergizi gratis,” jelas Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers, Selasa (5/5).

Efek berganda program ini juga menjalar ke sektor lain. Sektor pertanian, misalnya, tumbuh 4,97 persen, dengan subsektor peternakan melonjak 11,84 persen akibat meningkatnya permintaan daging ayam dan telur untuk memenuhi kebutuhan program.

Di sisi hulu, sektor konstruksi tumbuh 5,49 persen, antara lain didorong pembangunan fasilitas pendukung seperti Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan Koperasi Desa Merah Putih.

Selain itu, peningkatan mobilitas dan distribusi bahan pangan turut menopang kinerja sektor transportasi dan pergudangan yang tumbuh 8,04 persen. Sementara sektor perdagangan besar dan eceran tumbuh 6,26 persen seiring meningkatnya aktivitas belanja dan distribusi barang.

Secara keseluruhan, struktur ekonomi masih ditopang oleh sektor utama seperti industri pengolahan, perdagangan, pertanian, konstruksi, dan pertambangan dengan kontribusi gabungan sebesar 63,52 persen terhadap PDB. Industri pengolahan sendiri menjadi penyumbang pertumbuhan terbesar dengan andil 1,03 persen.

Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga tetap menjadi motor utama dengan kontribusi 54,36 persen terhadap PDB dan tumbuh 5,52 persen. Program Makan Bergizi Gratis turut memperkuat daya dorong konsumsi ini, terutama pada subsektor restoran dan hotel yang tumbuh 7,38 persen.

Konsumsi pemerintah juga mencatat pertumbuhan tertinggi, yakni lebih dari 21 persen, mencerminkan kuatnya dorongan fiskal, termasuk belanja terkait program sosial seperti Makan Bergizi Gratis.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.