Menurut Ateng, harga komoditas di pasar global pada Juli 2026 secara umum mengalami peningkatan secara year on year, termasuk pada kelompok komoditas pertanian.

“Pada Juli tahun 2026, secara umum harga komoditas di pasar global menunjukkan peningkatan secara year on year. Kenaikan harga secara tahunan terjadi pada kelompok pertanian, energi, logam mulia, dan juga logam dan mineral. Peningkatan harga komoditas pertanian utamanya didorong oleh peningkatan harga minyak sawit,” ujar Ateng.

Penguatan ekspor sawit juga tercermin dalam kelompok lemak dan minyak hewani/nabati atau HS15, yang menjadi salah satu kelompok komoditas pendorong ekspor nonmigas.

Di sisi lain, produk berbasis sawit juga berkontribusi melalui sektor industri pengolahan yang pada periode Januari–Juli 2026 tumbuh 7,16 persen.

Indonesia Punya Kekuatan Besar di Sektor Sawit

Amran mengatakan Indonesia memiliki modal besar dalam perdagangan komoditas sawit karena menjadi salah satu produsen sawit utama dunia.

Karena itu, pemerintah tidak ingin komoditas sawit hanya dikirim ke pasar internasional dalam bentuk bahan mentah. Penguatan industri hilir dinilai penting agar nilai ekonomi yang dihasilkan semakin besar.

“Indonesia ini salah satu produsen sawit terbesar dunia. Ini kekuatan kita. Jangan hanya ekspor bahan mentah, tetapi kita dorong hilirisasi supaya nilai tambahnya semakin besar,” ucap Amran.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.