JAKARTAKementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) menyatakan terus mencermati perkembangan uji coba rudal balistik jarak jauh yang dilakukan China dari kapal selam bertenaga nuklir di Samudera Pasifik pada awal pekan ini.

Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, mengatakan Indonesia telah menerima pemberitahuan resmi dari pemerintah China terkait pelaksanaan uji coba tersebut.

“Pastinya kita terus mencermati laporan mengenai uji coba rudal balistik ini,” kata Yvonne usai taklimat media di Jakarta, Kamis (9/7/2026).

Yvonne menjelaskan bahwa pada prinsipnya hukum internasional tidak melarang suatu negara memiliki maupun melakukan uji coba rudal balistik.

Menurutnya, pemberitahuan yang disampaikan pemerintah Beijing merupakan langkah penting sebagai bentuk transparansi serta upaya membangun kepercayaan dengan negara-negara mitra.

Ia menegaskan notifikasi tersebut telah diterima pemerintah Indonesia sebelum pelaksanaan uji coba berlangsung.

China Luncurkan Rudal dari Kapal Selam Nuklir

Berdasarkan laporan pemerintah China, Angkatan Laut China pada Senin (6/7) melaksanakan uji coba peluncuran rudal balistik jarak jauh dari salah satu kapal selam bertenaga nuklir di kawasan Pasifik Selatan.

Rudal yang membawa hulu ledak tiruan itu diluncurkan sekitar pukul 12.01 waktu setempat dan disebut mendarat di area perairan yang telah ditentukan.

Pemerintah China tidak mengungkapkan jenis rudal yang digunakan maupun lokasi pasti peluncurannya. Namun, sejumlah analis memperkirakan rudal tersebut merupakan rudal balistik antarbenua (ICBM) tipe JL-2 atau JL-3 yang diluncurkan dari kapal selam kelas 094A.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, menegaskan peluncuran rudal tersebut merupakan bagian dari latihan militer tahunan yang rutin dilakukan.

Menurut Mao Ning, kegiatan itu dilaksanakan sesuai hukum internasional dan praktik yang berlaku serta tidak ditujukan kepada negara maupun sasaran tertentu.

Meski China menyebut uji coba tersebut sebagai latihan rutin, pemerintah Jepang, Amerika Serikat, dan Korea Selatan dilaporkan telah menyampaikan kekhawatiran atas peluncuran rudal balistik jarak jauh tersebut.

Sementara itu, pemerintah Indonesia menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi serta mencermati setiap informasi yang berkaitan dengan stabilitas dan keamanan kawasan.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.