Warga Mulai Beralih dari Pertamax ke Pertalite
Dani (28), warga Cengkareng Timur, mengaku akan mengubah kebiasaan penggunaan bahan bakarnya setelah kenaikan harga Pertamax.
Pekerja gerai ayam goreng tersebut sebelumnya rutin menggunakan Pertamax. Namun kini ia memilih beralih ke Pertalite demi menghemat pengeluaran bulanan.
“Udah ketebak, pasti bakal antre panjang lah Pertalite. Siap-siap aja, kalau ngisi bensin, harus luangin waktu dulu, jangan mepet,” ujar Dani.
Menurutnya, meskipun harus menghabiskan waktu lebih lama untuk mengantre, penggunaan Pertalite dinilai lebih masuk akal di tengah kondisi ekonomi yang semakin berat.
Ojol Terpaksa Beli Pertamax Demi Kejar Target
Sementara itu, Afrizal (26), seorang pengemudi ojek online, mengaku sempat membeli Pertamax senilai Rp20 ribu karena tidak memiliki waktu untuk mengantre Pertalite.
Ia mengatakan langkah tersebut hanya bersifat darurat agar tetap bisa menyelesaikan pesanan pelanggan tepat waktu.
“Terpaksa geser ke Pertamax karena antrean Pertalite panjang banget, sementara saya lagi ngejar orderan. Ini cuma buat nyambung jalan sekadarnya. Nanti malam, pas sudah sepi, baru antre Pertalite lagi untuk isi penuh,” katanya.
Afrizal juga mengeluhkan daya beli terhadap BBM yang semakin menurun. Jika sebelumnya Rp20 ribu dapat memperoleh sekitar 1,5 liter Pertamax, kini jumlah yang didapat jauh lebih sedikit akibat kenaikan harga.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Tinggalkan Balasan