Meski demikian, beberapa survei menunjukkan adanya penurunan kepuasan dibandingkan periode sebelumnya, sehingga evaluasi terhadap kinerja pemerintah menjadi bagian penting dari dinamika politik saat ini.
Ekonomi Tumbuh, Persepsi Ekonomi Tidak Selalu Sama
Persoalan kepercayaan publik juga tidak dapat dilepaskan dari ekonomi.
Badan Pusat Statistik mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,11 persen pada 2025, meningkat dari 5,03 persen pada 2024.
Pada semester I 2026, ekonomi Indonesia tumbuh 5,45 persen secara tahunan. Pertumbuhan pada kuartal II 2026 mencapai 5,29 persen secara tahunan.
Data tersebut memperlihatkan bahwa ekonomi Indonesia tetap tumbuh selama pemerintahan Prabowo.
Namun, angka pertumbuhan ekonomi nasional tidak otomatis menggambarkan pengalaman ekonomi setiap rumah tangga.
Survei Poltracking menunjukkan mahalnya kebutuhan pokok menjadi persoalan utama yang disebut responden, sementara tingkat kepuasan terhadap kinerja pemerintah di bidang ekonomi berada di bawah 50 persen.
Di sinilah muncul jarak antara indikator makroekonomi dan persepsi ekonomi masyarakat.
Pemerintah dapat menunjukkan pertumbuhan PDB sebagai indikator kinerja ekonomi, sementara masyarakat menilai kondisi ekonomi melalui harga kebutuhan sehari-hari, pendapatan, pekerjaan dan daya beli.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


Tinggalkan Balasan