Jokowi kemudian mendorong kader memperluas jaringan melalui komunitas, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, dan kelompok perempuan. Ia juga meminta kader terlibat dalam kegiatan sosial, kebudayaan, kerja bakti, serta berbagai aktivitas di ruang publik sebagai bagian dari persiapan menuju Pemilu 2029.

Dalam konsolidasi tersebut, Jokowi juga menegaskan bahwa dirinya telah menjadi anggota PSI sejak 14 Oktober 2025.

“Bahwa saya itu sudah masuk menjadi keluarga besar PSI sejak 14 Oktober 2025. Sudah setahun yang lalu. Banyak yang enggak percaya, saya sekarang buka saja kartu anggota saya ini,” kata Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu bahkan membacakan identitas dan nomor keanggotaan yang tercantum dalam KTA tersebut. Ia mengatakan langkah itu dilakukan agar tidak ada lagi keraguan mengenai statusnya sebagai bagian dari PSI.

Ketua Umum PSI saat ini adalah Kaesang Pangarep, putra kedua Jokowi. Sementara Jokowi direncanakan dikukuhkan sebagai Ketua Dewan Pembina PSI pada November 2026.

Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali mengatakan pengukuhan tersebut kemungkinan berlangsung bersamaan dengan Rapimnas dan peringatan HUT PSI di Surabaya pada 16 November 2026.

Menurut Ahmad Ali, keberadaan Jokowi dalam berbagai kegiatan PSI bukan sekadar dukungan dari luar partai. Ia menyebut Jokowi melakukan konsolidasi sebagai kader PSI.

Grace Natalie: PSI Masih Partai Kecil

Pernyataan Jokowi mengenai pihak yang disebut mulai takut terhadap PSI kemudian mendapat respons dari Wakil Ketua Dewan Pembina PSI Grace Natalie.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.