Yusril menilai pesan politik semacam itu sensitif karena dinilai tidak sejalan dengan politik luar negeri Indonesia serta dukungan pemerintah terhadap perjuangan rakyat Palestina.

“Kami tidak melarang pertunjukan musik, tidak mempersoalkan agama seseorang, silakan melakukan kegiatan keagamaan di sini, tetapi jika memang ada motif politik yang merugikan perjuangan rakyat Palestina, maka hal itu tidak sejalan dengan pikiran dan aspirasi dari masyarakat kita sendiri,” ujar Yusril.

Belum Ada Izin Penyelenggaraan

Selain pertimbangan keamanan, pemerintah menyebut belum menerima permohonan izin penyelenggaraan konser dari panitia maupun pengajuan visa penyelenggaraan konser musik dari Israel Houghton.

Meski demikian, pemerintah menemukan bahwa penjualan tiket konser yang direncanakan berlangsung di Grha Pengharapan, Jakarta, masih berjalan melalui sejumlah platform daring.

Yusril mengatakan pemerintah juga menelusuri pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Dari penelusuran itu, kegiatan disebut disponsori oleh event organizer bernama Banyak Bagus Entertainment yang berbasis di Kuala Lumpur, Malaysia.

Dengan keputusan pemerintah tidak memberikan izin, Yusril meminta agen penjualan tiket menghentikan penjualan dan mengembalikan uang kepada masyarakat yang telah membeli tiket.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.