“Kalau sudah didatangi begini, jadinya seperti ayam sayur. Bilangnya mau mencari (Pak Hercules), tapi pas ketemu alasannya mau sharing-sharing. Ini seperti orang salah minum obat, berani mengancam tapi tidak siap dengan konsekuensinya,” ujar salah satu perwakilan anggota di lokasi.
Situasi sempat menegang ketika istri pelaku dilaporkan pingsan akibat syok dan harus dilarikan ke rumah sakit saat melihat kehadiran anggota organisasi di kediamannya.
Dalam klarifikasinya, Ahmad Bahar bersama anaknya berkilah bahwa akun serta nomor teleponnya telah diretas oleh pihak lain (di-hack).
Menyikapi klaim tersebut, Bidang Hukum dan Advokasi DPP GRIB Jaya memberikan penekanan serius. Pihak organisasi menegaskan bahwa seluruh tindakan doxing—termasuk penyebaran data dan video provokasi melalui nomor-nomor gelap—telah dicatat secara digital dan sedang dalam pantauan tim hukum.
Segala bentuk teror digital yang mengusik privasi keluarga besar GRIB Jaya tidak akan dibiarkan tanpa konsekuensi hukum.
Bidang Hukum dan Advokasi DPP GRIB Jaya pun menyatakan akan tetap menindaklanjuti kasus ini ke pihak kepolisian.
Selain melaporkan akun @pecimiringg_, tim hukum juga akan menyertakan bukti-bukti tindakan doxing yang dilakukan oleh nomor-nomor tidak dikenal.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


Tinggalkan Balasan