Sebaliknya, nilai-nilai warisan keluarga dan leluhur dapat terus dihidupkan dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang terus berkembang.

Regina juga melihat identitas Tionghoa dan identitas Indonesia sebagai dua hal yang dapat berjalan berdampingan. Menurutnya, keberagaman budaya merupakan bagian dari kekayaan Indonesia yang perlu dirawat dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Bagi saya, menjadi Teen Miss Tionghoa Indonesia 2026 bukan tentang memilih salah satu identitas. Keduanya adalah bagian dari diri saya, dan saya ingin generasi muda lainnya juga dapat merasa bangga dengan akar budaya mereka,” katanya.

Selain aktif dalam kegiatan budaya, Regina baru-baru ini juga mengedukasi publik mengenai filosofi Festival Qixi sebagai bagian dari upayanya memperkenalkan tradisi Tionghoa kepada generasi muda.

Kini, perhatian Regina tertuju pada Grand Final Teen Miss Tionghoa Indonesia 2026. Dukungan terhadap perjalanannya juga datang dari keluarga, kerabat, serta pemerhati pageant melalui platform pemungutan suara resmi VoteID Click Miss Tionghoa Indonesia 2026.

Bagi Regina, perjalanan di ajang tersebut bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga ruang untuk belajar, menyuarakan gagasan, dan menunjukkan bahwa generasi muda dapat mengambil peran dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.