Studi tersebut menggunakan data dari 81 pasangan dan catatan harian selama 21 hari pada hari ketika peserta melaporkan melakukan hubungan seksual.

Karena itu, bagi pasangan yang ingin mencoba dirty talk, persoalannya bukan sekadar memilih kata yang dianggap “jorok”, melainkan memastikan komunikasi tersebut disukai dan disepakati bersama.

Kenali batas pasangan

Setiap orang memiliki batas dan preferensi berbeda. Kalimat yang dianggap menggairahkan oleh seseorang bisa saja terasa mengganggu bagi orang lain.

Komunikasi sebelum maupun selama hubungan intim dapat membantu pasangan memahami batas tersebut. Persetujuan juga perlu bersifat timbal balik dan dapat berubah sewaktu-waktu.

Pada akhirnya, ngomong jorok hanyalah salah satu bentuk komunikasi seksual. Penelitian yang tersedia lebih banyak mendukung pentingnya komunikasi seksual yang terbuka dan berkualitas daripada penggunaan kata-kata tertentu sebagai faktor yang secara langsung meningkatkan gairah.

Bagi pasangan, memahami apa yang nyaman bagi kedua pihak justru menjadi bagian penting dari keintiman.

 

Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.