JAKARTA — Kepastian insentif motor listrik 2026 masih menjadi perhatian industri. Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo) Moeldoko menyebut ketidakjelasan tersebut membuat konsumen menahan pembelian dan aktivitas diler serta pabrikan ikut tersendat.
Pernyataan itu disampaikan Moeldoko dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Panja Pengembangan Ekosistem dan Daya Saing Industri Kendaraan Listrik Nasional bersama Komisi VII DPR RI, Senin (21/9/2026).
Moeldoko meminta pemerintah tidak ragu memberikan insentif kendaraan listrik. Menurut dia, kendaraan listrik tidak hanya memberikan manfaat bagi konsumen, tetapi juga dapat membantu pemerintah mengurangi beban subsidi bahan bakar minyak (BBM).
“Kalau pemerintah menikmati seperti itu, jangan ragu-ragu untuk memberikan insentif. Kenapa insentif maju mundur, maju mundur kayak umbel saja gitu loh,” kata Moeldoko dalam rapat tersebut.
Menurut Moeldoko, ketidakpastian tersebut membuat konsumen memilih menunggu sebelum membeli.
“Jadi kadang diberikan harapan, besoknya lagi nunggu lagi kapan akan diberikan. Sehingga apa yang terjadi? Seluruh diler-diler kita, pabrikan, itu stuck sekarang,” ujarnya.
Kondisi tersebut, kata Moeldoko, kemudian berpengaruh terhadap keberlangsungan bisnis diler karena masyarakat belum mengambil keputusan pembelian.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


Tinggalkan Balasan