“Padahal posisi anaknya ini dari gang rumah, bukan pinggir jalan ya. Gang dalam rumah ini, silakan dilihatin aja gang dalam rumah bukan pinggir jalan. Ditarik, diseret ke depan, digebugin, ditendang,” tegas Fahmi.

Fahmi secara rinci membeberkan kondisi fisik Fatur akibat penganiayaan berat tersebut, sekaligus membantah kabar bohong mengenai kematian anak didiknya.

“Boleh silakan (dilihat) biar lebih jelas ada di bagian kepala. Dan dia giginya, kasih lihat tuh, patah dua,” tambah Fahmi, sembari menjelaskan luka lebam mendalam yang dialami Fatur pada bagian wajah, mata, mulut, punggung, hingga dada.

Klarifikasi ini sekaligus meluruskan kesimpangsiuran informasi yang sempat memicu perdebatan sengit di media sosial, di mana netizen sebelumnya mengaitkan bentrokan di Pejompongan dengan rombongan yang menumpang truk maupun dugaan keterlibatan kelompok ormas GRIB Jaya.

Pernyataan korban sejalan dengan penegasan dari Kuasa Hukum GRIB Jaya, Wilson Colling, yang sebelumnya membantah keterlibatan organisasinya dalam aksi kerusuhan tersebut.

Wilson menekankan bahwa Ketua Umum GRIB Jaya, Rosario de Marshall alias Hercules, tidak pernah menerbitkan instruksi bagi anggotanya untuk beraksi di lapangan.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.