Dominasi Surat Berharga dan Properti

Pundi-pundi kekayaan sang Menteri PKP didominasi oleh dua instrumen utama, yakni investasi surat berharga dan kepemilikan aset tanah serta bangunan yang tersebar di berbagai daerah strategis.

Berdasarkan rincian laporan tersebut, Maruarar memiliki investasi dalam bentuk Surat Berharga senilai Rp900,2 miliar. Angka ini menjadi penyumbang terbesar dari total keseluruhan harta kekayaannya.

Di sektor properti, Maruarar tercatat memiliki 40 aset Tanah dan Bangunan dengan nilai total mencapai Rp393,2 miliar. Puluhan aset properti ini tersebar luas di beberapa wilayah, antara lain:

  • Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan

  • Tangerang

  • Bandung dan Subang

  • Humbang Hasundutan serta Toba Samosir

Dalam laporannya, aset-aset tersebut diperoleh melalui kombinasi hasil usaha sendiri, hibah, hingga warisan.

Aset Lainnya

Selain properti dan surat berharga, kekayaan Maruarar juga mencakup berbagai aset bergerak lainnya, kas, serta setara kas.

Profil kekayaan yang jumbo ini mencuat ke publik di tengah tugas besarnya dalam mempercepat pembangunan rumah layak huni bagi masyarakat kecil, termasuk target penuntasan hunian tetap (Huntap) pascabencana di berbagai wilayah di Indonesia.

profil pejabat yang terlibat. Lonjakan kekayaan Maruarar Sirait dalam LHKPN menjadi bagian dari diskursus yang berkembang, seiring perannya dalam kebijakan pembangunan hunian rakyat di lokasi yang masih disengketakan.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.