Sementara itu, organisasi GRIB JAYA menilai berbagai polemik yang mengiringi nama Bobby tidak bisa dipisahkan dari persoalan yang kini muncul di PT KAI, mulai dari isu kepemimpinan hingga keselamatan publik.
GRIB JAYA juga menyinggung konflik agraria di kawasan Tanah Abang dikuasakan oleh ahli waris pada Ketua Umum H. Hercules Rosario Marshal. Menurut GRIB JAYA, munculnya narasi keliru di publik seolah tanah tersebut milik negara dalam hal ini PT KAI sebagai dampak dari informasi keliru dari Bobby mengenai status lahan.
Menurut Kabid Humas DPP GRIB JAYA, Marcel Gual, dasar informasi itulah yang membuat Menteri PKP Maruarar Sirait kebablasan hingga pasang badan, seolah menjadi tameng kekuasaan untuk merebut tanah milik ahli waris dengan mengatasnamakan negara.
“Kalau data dasarnya keliru, lalu negara dipakai sebagai dalih menekan hak ahli waris, itu bukan penegakan aset negara, melainkan penyalahgunaan kewenangan yang memalukan,” ujar Marcel.
Oleh karena itu, GRIB JAYA mendesak Menteri Perhubungan segera mencopot Bobby dari jabatan Direktur Utama PT KAI.
“Keselamatan publik tidak boleh dipertaruhkan oleh kepemimpinan yang terus dibayangi kontroversi. Menteri Perhubungan harus bertindak tegas dan segera mencopot Bobby,” tegas Marcel Gual.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


Tinggalkan Balasan