Dalam pidatonya, Presiden juga mengajak seluruh elemen bangsa meninggalkan budaya saling mencaci, dengki, dan curiga. Menurutnya, perbedaan suku, agama, maupun afiliasi politik tidak boleh menjadi alasan untuk saling bermusuhan.

“Marilah kita kembali ke sifat bangsa Indonesia yaitu saling memaafkan, saling mengerti, saling mengasihi, saling membantu, jangan ikut-ikut budaya caci maki, dengki, budaya curiga,” tegasnya.

Selain menyinggung dinamika politik, Prabowo juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap pihak-pihak yang memanfaatkan kekayaan Indonesia untuk kepentingan pribadi.

Ia mengatakan Indonesia merupakan negara yang kaya, namun selama ini masih ada pihak yang datang dengan dalih berdagang tetapi justru mengambil keuntungan secara tidak semestinya.

“Kadang-kadang ada tamu tidak tahu diri. Sudah tidak diundang, datang ke sini, katanya mau dagang, lama-lama ngerampok,” ujarnya.

Prabowo menegaskan pemerintah yang dipimpinnya berkomitmen menjaga kekayaan nasional dan mengelolanya sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat.

Ia menekankan seluruh jajaran kabinet akan bekerja keras agar sumber daya Indonesia tidak lagi dirugikan oleh praktik-praktik yang merugikan negara.

“Saya bertekad memimpin pemerintahan, dibantu oleh kabinet saya. Saya bertekad untuk bekerja dengan keras, bekerja dengan gagasan pikiran yang besar, bukan yang kecil-kecil,” pungkasnya.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.