JAKARTA — Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa seorang pemimpin sejati hendaknya tidak hanya menguasai strategi dan peta kekuasaan, tetapi juga harus benar-benar memahami serta mendengarkan rakyatnya. Hal itu disampaikan Jokowi demi mewujudkan stabilitas dan perdamaian yang berkelanjutan.
Pesan tersebut disampaikan Jokowi saat menghadiri acara gala dinner pembukaan Penang Peace Dialogue (Dialog Perdamaian Penang) yang berlangsung di George Town, Pulau Pinang, Malaysia.
“Dalam situasi seperti ini, peran para pemimpin menjadi sangat penting. Seorang pemimpin bukan hanya seseorang yang memahami strategi dan kekuasaan, tetapi seseorang yang benar-benar memahami rakyatnya,” ujar Jokowi di Penang, Malaysia, Sabtu (5/9/2026).
Mantan Wali Kota Solo dan Gubernur DKI Jakarta itu menerangkan bahwa pemimpin yang ideal adalah sosok yang bersedia meresapi kekhawatiran masyarakat, mendengarkan aspirasi, serta konsisten bekerja demi masa depan rakyat.
Kendati demikian, Jokowi juga menggarisbawahi bahwa peran rakyat tidak kalah krusial. Menurutnya, keberhasilan kepemimpinan dan terciptanya stabilitas membutuhkan kedewasaan dari masyarakat itu sendiri.
“Rakyat yang kuat bukan hanya rakyat yang menuntut, tetapi juga rakyat yang memahami arah dan tantangan yang dihadapi para pemimpin mereka. Ketika rakyat memahami, semangat akan tumbuh. Ketika rakyat percaya, dukungan akan mengikuti,” jelasnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


Tinggalkan Balasan