Untuk pasokan dari Rusia, Bahlil belum memberikan rincian mengenai volume minyak yang akan masuk pada tahap kedua maupun jadwal pelaksanaannya.
Pemerintah sebelumnya menyatakan impor minyak Rusia dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keekonomian dan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, perkembangan produksi domestik menjadi salah satu indikator yang terus diperhatikan pemerintah dalam menjaga ketersediaan energi nasional.
Data per 8 September menunjukkan produksi minyak nasional sebesar 571.731 barel per hari, sedangkan pemerintah menargetkan lifting minyak mencapai 610 ribu barel per hari sepanjang 2026.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


Tinggalkan Balasan