Ketersediaan lapangan berstandar layak menjadi salah satu persoalan mendasar yang masih merata di berbagai wilayah. Di Sanggau, Kalimantan Barat, misalnya, tingginya minat anak-anak terhadap sepak bola belum sepenuhnya ditopang fasilitas latihan yang memadai.

Keterbatasan ini menjadi hambatan nyata dalam mematangkan potensi pemain dari daerah. Oleh karena itu, janji membangun fasilitas olahraga daerah akan diuji bukan hanya dari seberapa banyak stadion atau lapangan baru yang dibangun secara fisik, melainkan pada tata kelola pasca-pembangunan.

Ujian tersebut mencakup kepastian manajemen operasional perawatan berkala agar fasilitas tidak terbengkalai, jaminan aksesibilitas agar lapangan terbuka bagi komunitas serta akademi lokal tanpa terhalang sewa tinggi, dan integrasi yang jelas dengan kalender kompetisi usia muda secara berkelanjutan.

Di atas semua itu, keberadaan fasilitas dan stadion di daerah wajib diimbangi standar keselamatan serta manajemen penonton yang ketat.

Isu keamanan ini menjadi perhatian krusial yang turut ditekankan Presiden FIFA Gianni Infantino usai Tragedi Kanjuruhan, di mana FIFA berkomitmen mendampingi transformasi sepak bola Indonesia agar setiap stadion dan fasilitas daerah menjadi tempat yang aman dan ramah bagi keluarga.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.