Charles Tilly dalam War Making and State Making as Organized Crime membahas hubungan antara pembentukan negara, perlindungan, organisasi kekerasan dan penguasaan sumber daya. Kerangka Tilly tidak menyamakan negara dengan organisasi kriminal, tetapi menunjukkan bahwa kemampuan mengorganisasi kekerasan merupakan bagian penting dalam pembentukan otoritas politik.

Persoalannya kemudian adalah siapa yang memiliki kewenangan menentukan aturan dan menggunakan kekuatan dalam suatu ruang.

Premanisme dan Politik Indonesia

Hubungan antara premanisme dan politik bukan fenomena yang sepenuhnya baru di Indonesia.

Dalam kajian mengenai political gangsters di Indonesia, Ian Douglas Wilson menunjukkan bahwa pada masa Orde Baru kelompok pemuda, geng dan preman lokal kerap dimobilisasi untuk melakukan kekerasan demi kepentingan negara atau elite politik tertentu.

Sebagai imbalannya, kelompok tersebut dapat memperoleh berbagai bentuk perlindungan atau akses terhadap struktur kekuasaan.

Setelah Orde Baru berakhir, sebagian kelompok tersebut tidak hilang. Wilson mencatat munculnya berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas) yang memiliki basis dari kelompok preman dan kemudian mulai mengartikulasikan kepentingan sosial, ekonomi dan politiknya sendiri. Sebagian juga berusaha masuk ke dalam proses politik formal.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.