Dalam konteks tersebut, Operasi Sikat Musi I 2026 di Palembang menjadi titik masuk untuk melihat persoalan yang lebih luas.

Penangkapan tiga orang dalam operasi tersebut tidak dengan sendirinya membuktikan keberadaan jaringan politik atau hubungan dengan elite tertentu.

Kasus tersebut merupakan perkara penegakan hukum terhadap dugaan premanisme.

Namun secara lebih luas, operasi seperti itu memperlihatkan bagaimana negara berhadapan dengan aktor non-negara yang menggunakan kekuatan atau intimidasi di ruang publik.

Persoalan serupa dapat ditemukan dalam berbagai penelitian tentang kelompok keamanan informal di Indonesia.

Kajian mengenai organisasi preman bahkan menunjukkan bahwa kelompok semacam itu telah menjadi bagian dari lanskap politik dan keamanan Indonesia, termasuk dalam konteks Jakarta, Sulawesi Utara dan kawasan perbatasan.

Artinya, keberadaan aktor informal tidak selalu berada sepenuhnya di luar politik.

Sebagian dapat menjadi organisasi sosial, sebagian menjadi kelompok kepentingan, sementara sebagian lain dapat tetap bergerak dalam aktivitas kriminal. Batasnya tidak selalu permanen.

Ketika Kekerasan Bertemu Politik

Kajian tentang criminal politics memberikan kerangka lain untuk memahami hubungan tersebut.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.