Dalam kondisi tertentu, hubungan personal, jaringan sosial, organisasi lokal dan perantara dapat menentukan akses terhadap sumber daya dan pengaruh politik.

Ketika Kekuasaan Informal Menguasai Ruang

Fenomena tersebut menjadi lebih konkret ketika dikaitkan dengan ruang ekonomi.

Penelitian mengenai konflik dan distribusi sumber daya di Riau, misalnya, menemukan bahwa koalisi antara kepentingan politik dan ekonomi di tingkat lokal dapat mempertahankan pengaruh melalui jaringan brokers. Jaringan tersebut berperan dalam menghubungkan elite dengan masyarakat dan sektor-sektor ekonomi yang memiliki nilai sumber daya.

Dalam konteks seperti itu, kekuasaan informal tidak selalu tampil dalam bentuk kekerasan.

Ia dapat bekerja melalui hubungan patronase, akses terhadap sumber daya, perantara dan jaringan kepentingan.

Premanisme merupakan salah satu bentuk yang berbeda ketika pengaruh tersebut disertai intimidasi, pemaksaan atau kekerasan.

Karena itu, tidak tepat menyamakan seluruh jaringan informal dengan premanisme.

Yang dapat dibaca adalah mekanisme kekuasaannya ialah bagaimana seseorang atau kelompok memperoleh akses, mempertahankan pengaruh dan mengendalikan sumber daya di luar mekanisme institusional.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.