JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membuka kemungkinan perempuan suatu hari memimpin Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Menurutnya, polisi wanita (Polwan) memiliki kapasitas untuk berkembang hingga menduduki posisi kepemimpinan tertinggi di institusi kepolisian (baca: Kapolri).
Pernyataan tersebut disampaikan Listyo Sigit dalam The 63rd International Association of Women Police (IAWP) Annual Training Conference 2026 di Bali, Minggu (20/9/2026).
Dalam forum tersebut, Sigit menekankan pentingnya memberikan ruang yang lebih besar bagi perempuan untuk berkembang di lingkungan kepolisian.
Ia mengatakan perempuan bukan sekadar bagian dari perubahan, tetapi juga memiliki kapasitas untuk memimpin perubahan.
“Suatu hari perempuan bisa menjadi Kapolri,” ujar Listyo Sigit.
Pernyataan itu menjadi bagian dari pembicaraan mengenai pengembangan kepemimpinan Polwan dan kesempatan perempuan untuk mengisi posisi strategis di lingkungan Polri.
Menurut Kapolri, perjalanan Polwan di Indonesia telah berlangsung sejak 1948. Keberadaan polisi perempuan kemudian berkembang dan menjadi bagian dari struktur organisasi Polri dengan berbagai bidang penugasan.
Saat ini, dari lebih dari 450.000 personel Polri, sekitar 6,2 persen atau sekitar 29.000 personel merupakan Polwan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


Tinggalkan Balasan