Angka tersebut menunjukkan keberadaan perempuan dalam institusi kepolisian, meskipun proporsinya masih lebih kecil dibandingkan jumlah personel laki-laki.
Kapolri juga menyinggung tantangan kesetaraan gender yang masih berlangsung secara global. Ia mengutip Global Gender Gap Report 2025 yang diterbitkan World Economic Forum (WEF).
Dalam laporan tersebut, WEF mencatat kesenjangan gender global baru tertutup 68,8 persen pada 2025.
Berdasarkan laju kemajuan yang diukur terhadap 100 negara yang menjadi sampel tetap sejak 2006, dunia diperkirakan membutuhkan sekitar 123 tahun untuk mencapai kesetaraan gender secara penuh.
WEF mengukur kesenjangan tersebut melalui empat dimensi, yakni partisipasi dan peluang ekonomi, pencapaian pendidikan, kesehatan dan kelangsungan hidup, serta pemberdayaan politik.
Dimensi pemberdayaan politik masih menjadi salah satu kesenjangan terbesar dalam laporan tersebut.
Dalam konteks kepolisian, Kapolri mendorong Polwan untuk terus meningkatkan kemampuan dan mempersiapkan diri menghadapi jenjang karier yang lebih tinggi.
Kesempatan untuk menduduki posisi strategis, menurutnya, perlu terbuka bagi personel berdasarkan kapasitas dan kemampuan yang dimiliki.
Kapolri juga mencontohkan perkembangan kepemimpinan perempuan di kepolisian sejumlah negara.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


Tinggalkan Balasan