WEF mengukur kesenjangan tersebut melalui empat dimensi, yakni partisipasi dan peluang ekonomi, pencapaian pendidikan, kesehatan dan kelangsungan hidup, serta pemberdayaan politik.

Dimensi pemberdayaan politik masih menjadi salah satu kesenjangan terbesar dalam laporan tersebut.

Dalam konteks kepolisian, Kapolri mendorong Polwan untuk terus meningkatkan kemampuan dan mempersiapkan diri menghadapi jenjang karier yang lebih tinggi.

Kesempatan untuk menduduki posisi strategis, menurutnya, perlu terbuka bagi personel berdasarkan kapasitas dan kemampuan yang dimiliki.

Kapolri juga mencontohkan perkembangan kepemimpinan perempuan di kepolisian sejumlah negara.

Beberapa negara telah menempatkan perempuan pada posisi tertinggi dalam institusi kepolisian mereka.

Dorongan terhadap peningkatan peran Polwan bukan hal baru dalam kepemimpinan Sigit.

Pada kesempatan sebelumnya, ia juga pernah menyampaikan harapan agar Indonesia suatu hari memiliki Kapolri perempuan.

Pada 2025, Sigit menyebut Polwan telah menjalankan tugas di sejumlah unit dengan tingkat risiko tinggi, termasuk Densus 88 dan Brimob.

Perkembangan karier Polwan juga telah terlihat pada jenjang perwira tinggi. Sejumlah Polwan telah menduduki jabatan strategis di tingkat Mabes Polri maupun kewilayahan.

 

Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.