Ia menilai pertumbuhan ekonomi saat ini belum sepenuhnya sehat karena masih banyak variabel yang perlu diwaspadai.

Tekanan terhadap rupiah juga datang dari penurunan sektor manufaktur Indonesia pada April 2026 yang menjadi kontraksi pertama dalam sembilan bulan terakhir akibat lemahnya permintaan pascalibur serta meningkatnya tekanan produksi karena guncangan geopolitik dan pasokan.

Selain itu, pasar mencermati ketidakpastian arah kebijakan pemerintah terkait pengenaan royalti hasil tambang dan strategi penambahan pendapatan negara di tengah tingginya belanja pemerintah. Investor juga menunggu pengumuman MSCI terkait potensi penurunan bobot Indonesia dalam indeks global.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.