Selain bantuan pangan, Bulog juga menyalurkan beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Rizal mengatakan penyaluran beras SPHP sejak awal tahun hingga September 2026 telah mencapai sekitar 800 ribu ton.
Menurut Rizal, besarnya penyaluran tersebut menunjukkan cadangan beras pemerintah terus digunakan untuk menjaga ketersediaan pangan sekaligus mendukung stabilisasi harga beras di masyarakat.
“Jadi keluarnya cukup banyak, alhamdulillah ini untuk menjaga stabilitas harga beras di masyarakat,” ucap Rizal.
Meski stok berkurang akibat penyaluran berbagai program pangan, Bulog tetap melakukan pengelolaan penyimpanan untuk menjaga kualitas cadangan beras pemerintah.
Bulog menerapkan sistem pemeliharaan secara bertahap dan berjenjang dengan pemeriksaan kondisi beras secara rutin, mulai dari pengecekan harian, mingguan, bulanan hingga evaluasi setiap semester.
Sistem tersebut dilakukan dengan memperhatikan tata letak dan pengaturan posisi beras di gudang Bulog.
Rizal mengatakan rotasi penyimpanan menjadi salah satu bagian dalam pemeliharaan mutu beras. Beras yang berada di bagian bawah maupun atas gudang tetap mendapatkan perlakuan pemeliharaan.
Namun, sebagian beras mengalami penurunan mutu setelah disimpan lebih dari delapan bulan. Terhadap beras tersebut, Bulog melakukan hilirisasi dengan mengalihkannya menjadi bahan baku tepung beras.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


Tinggalkan Balasan