Dengan demikian, pilihan terhadap figur caleg memiliki porsi lebih besar dibandingkan pilihan terhadap institusi partai dalam temuan survei tersebut.
Namun, tingginya kecenderungan memilih caleg tidak otomatis berarti pemilih kemudian mengenal anggota DPR yang terpilih.
Data 57,6 persen yang tidak tahu atau tidak mengenal wakilnya di DPR menunjukkan adanya perbedaan antara momen memilih kandidat dan relasi setelah kandidat menjadi anggota parlemen.
Elektabilitas Partai dan Kedekatan Publik
Persoalan keterhubungan tersebut juga terlihat dalam temuan lain mengenai partai politik.
Poltracking mencatat hanya 12,3 persen responden yang merasa dekat atau menjadi bagian dari partai politik.
Sebaliknya, 66,8 persen menyatakan tidak merasa dekat dengan partai politik. Meski demikian, 49,7 persen responden masih menyatakan percaya terhadap partai politik.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap partai dan kedekatan dengan organisasi politik merupakan dua hal yang berbeda.
Dalam simulasi surat suara 18 partai, Gerindra memperoleh elektabilitas tertinggi dengan 23,2 persen, disusul PDI Perjuangan 11,6 persen dan Golkar 10,4 persen.
Artinya, tingginya dukungan elektoral sebuah partai tidak dengan sendirinya menggambarkan kedekatan organisatoris masyarakat dengan partai maupun wakilnya di parlemen.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


Tinggalkan Balasan