Nugie sendiri menyebut perjalanan politik ayahnya sebagai salah satu pertimbangan dalam mengambil keputusan.

“Yang paling mendasar itu karena bapak saya yang sudah mengurus NasDem selama 11 tahun. Menurut saya, sebagai sebuah partai penting untuk menghargai kadernya,” katanya.

Dalam pernyataannya, Nugie juga menyebut PSI sebagai partai yang memberikan ruang bagi generasi muda. Ia mengatakan salah satu fokus politiknya ke depan adalah mendorong anak muda agar lebih memahami dan terlibat dalam politik.

Namun, dalam pernyataan tersebut, Nugie tidak secara eksplisit menyatakan telah resmi menjadi kader PSI.

Selain alasan perjalanan karier politik, Nugie juga menyinggung pengalamannya selama berada di NasDem.

Ia menilai terdapat ketidaksesuaian antara slogan NasDem sebagai partai tanpa mahar dengan pengalaman yang dirasakannya.

“NasDem dari awal jargonnya partai tanpa mahar. Setelah saya masuk di dalam, menurut saya tidak sesuai,” ungkapnya.

 

Ia mengatakan keputusan meninggalkan NasDem tidak semata-mata berkaitan dengan persoalan pribadi, tetapi juga dengan rencana melanjutkan karier politik serta mengembangkan gagasan yang selama ini belum sepenuhnya dapat diwujudkan.

PAW DPRD Palu Berjalan

Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.