Di antara usulan 5 persen dari sejumlah partai parlemen dan 1 persen dari GKSR, Centre for Strategic and International Studies atau CSIS mengusulkan PT 3,5 persen untuk Pemilu 2029 dan 3 persen untuk pemilu berikutnya.

Ketua Departemen Politik dan Perubahan Sosial CSIS Arya Fernandes mengatakan besaran PT perlu dikaitkan dengan tujuan sistem pemilu, mulai dari keterwakilan, stabilitas politik hingga pengurangan fragmentasi partai.

Menurut perhitungan CSIS, PT 5 persen berpotensi membuat sekitar 20 juta suara pemilih tidak terkonversi menjadi kursi DPR. Sebaliknya, Arya juga mengingatkan PT yang terlalu rendah dapat membuat terlalu banyak partai masuk DPR dan mengganggu efektivitas pengambilan keputusan.

“Pertanyaannya adalah apa tujuan kita menerapkan ambang batas? Apakah kita ingin meningkatkan keterwakilan? Apakah kita ingin membuat governability atau stabilitas politik? Apakah kita ingin mengurangi fragmentasi? Itu akan menentukan berapa ambang batas yang akan kita terapkan,” kata Arya dalam seminar CSIS di Jakarta, Senin (28/9/2026).

Arya kemudian mengusulkan penurunan secara bertahap menjadi 3,5 persen pada Pemilu 2029 dan 3 persen pada pemilu berikutnya.

Apakah PT Tinggi Membuat Parlemen Lebih Sederhana?

Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.