Sehari setelah pernyataan tersebut, Grace Natalie memberikan penjelasan mengenai posisi PSI. Ia mengatakan pihak yang disebut Jokowi bisa berasal dari partai politik maupun individu.
Namun, Grace menekankan kondisi PSI saat ini. Diketahui, pada Pemilu 2024, PSI memperoleh sekitar 4,26 juta suara atau sekitar 2,8 persen suara nasional dan belum memperoleh kursi DPR RI karena tidak mencapai ambang batas parlemen 4 persen.
Dalam survei Poltracking Indonesia yang dilakukan pada 14–20 Agustus 2026 terhadap 1.220 responden di 38 provinsi, elektabilitas PSI tercatat 2,3 persen. Angka tersebut merupakan hasil pengukuran pada periode survei dan bukan proyeksi hasil Pemilu 2029.
“Mungkin bisa dua-duanya, parpol dan orang. Tapi PSI kan ini kami masih partai kecil, masih berjuang, belum pernah lolos ke Senayan,” kata Grace di Jakarta, Minggu (27/9/2026).
Grace juga mengatakan PSI bersyukur Jokowi memilih bergabung dengan partai tersebut meski masih berstatus sebagai partai kecil.
Ia meminta PSI tidak dianggap sebagai ancaman karena partai tersebut masih berjuang mendapatkan kursi di parlemen.
“Jadi ya mohon doanya, jangan ditakutin, apalagi ditakut-takutin karena PSI masih partai kecil yang mau berjuang,” ujar Grace.
Dua Nada dalam Satu Partai
Perbedaan pernyataan tersebut menempatkan Jokowi dan Grace pada dua penekanan berbeda menurut Analis komunikasi politik dan kebijakan publik Universitas Mercu Buana (UMB), Syaifuddin.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


Tinggalkan Balasan