NATUNA — Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengimbau masyarakat tidak tergiur tawaran menjadi tentara bayaran di luar negeri menyusul informasi mengenai seorang warga Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, yang diduga terlibat dalam konflik bersenjata di Rusia.

Ia mengatakan loyalitas terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) perlu dijaga, termasuk dengan tidak menerima tawaran pekerjaan sebagai tentara bayaran.

“Iming-iming atau tawaran terhadap pekerjaan, apalagi berkonotasi dengan tentara bayaran, saya rasa tidak dibenarkan,” kata Muzani saat berada di Kabupaten Natuna, Rabu (30/9/2026).

Menurut Muzani, menjaga loyalitas kepada negara tidak hanya menjadi tanggung jawab masyarakat.

Pemerintah dan berbagai pihak juga memiliki peran dalam menyediakan kondisi sosial dan ekonomi yang memungkinkan masyarakat memperoleh pekerjaan dan kehidupan yang layak.

Ia mengatakan ketersediaan lapangan pekerjaan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan agar masyarakat tidak tergiur tawaran pekerjaan berisiko di luar negeri.

“Di sisi lain kita juga harus menyediakan lapangan pekerjaan dan kelayakan hidup yang lebih baik supaya hal seperti itu tidak terulang,” ujarnya.

Muzani mengatakan MPR akan mendorong kementerian dan lembaga terkait menjalankan program peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah perbatasan seperti Natuna.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.