JAKARTA — Bergabungnya Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menambah satu konfigurasi baru dalam persiapan partai politik menghadapi Pemilu 2029. Jokowi sebelumnya merupakan kader PDI Perjuangan (PDIP), tetapi resmi dipecat dari partai tersebut pada Desember 2024.
Jokowi kini secara terbuka menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA) PSI dan menyatakan dirinya telah menjadi anggota partai tersebut sejak 14 Oktober 2025.
Peristiwa itu berlangsung dalam Rakorda DPD PSI Kota Bandung, Sabtu (26/9/2026).
Perubahan posisi politik Jokowi tersebut mendapat respons dari Ketua DPP PDIP Puan Maharani.
“Alhamdulillah,” kata Puan saat ditanya mengenai status Jokowi sebagai kader PSI, Senin (29/9/2026).
Puan juga menyampaikan ucapan selamat kepada Jokowi. “Selamat untuk Pak Jokowi,” ujarnya.
Dari kader PDIP ke PSI
Status Jokowi sebagai kader PSI memiliki latar belakang hubungan politik yang sebelumnya erat dengan PDIP.
Jokowi merupakan kader PDIP dan maju sebagai calon presiden yang diusung partai tersebut pada Pemilu 2014 dan 2019. Namun, hubungan politik itu berakhir setelah DPP PDIP resmi memecat Jokowi sebagai kader.
PDIP mengumumkan pemecatan tersebut pada 16 Desember 2024. Surat keputusan pemecatan Jokowi ditetapkan pada 14 Desember 2024 dengan nomor 1649/KPTS/DPP/XII/2024.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


Tinggalkan Balasan