Pada saat yang sama, PDIP juga mengumumkan pemecatan Gibran Rakabuming Raka dan Bobby Nasution. Anak sulung dan menantu Jokowi itu kemudian bergabung ke Gerindra, partai yang juga pernah mengusung Jokowi di Pilkada DKI Jakarta 2012.
Setelah tidak lagi menjadi kader PDIP, Jokowi kemudian semakin terbuka dalam aktivitas politik bersama PSI. Partai tersebut dipimpin putranya, Kaesang Pangarep, sebagai ketua umum.
Jokowi sebelumnya beberapa kali hadir dalam kegiatan PSI. Namun, status keanggotaannya baru ditegaskan secara terbuka dengan menunjukkan KTA di Bandung.
Dari sisi PDIP, respons terhadap langkah Jokowi tidak hanya datang dari Puan.
Politisi PDIP Mohamad Guntur Romli menyindir keputusan Jokowi menunjukkan KTA PSI dengan mengaitkannya dengan polemik ijazah.
“KTA PSI itu apa ya? Partai Sengketa Ijazah?” kata Guntur Romli kepada wartawan di Jakarta, Minggu (27/9/2026).
Guntur juga mengatakan, “Diminta nunjukin ijazah agar tidak makin gaduh, kok malah nunjukin KTA, hehehe.”
Meskipun demikian, masuknya Jokowi ke PSI kemudian menjadi bagian dari dinamika tersebut. Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Arifki Chaniago menyebut partai politik lain mulai menghitung ulang strategi mereka karena kehadiran Jokowi menambah variabel dalam persiapan menuju Pemilu 2029.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


Tinggalkan Balasan