Selain itu, nama RLH juga disebut muncul dalam persidangan kasus dugaan korupsi proyek jaringan distribusi air yang berkaitan dengan perkara OTT mantan Bupati Bekasi.

Meski demikian, GRIB Jaya menegaskan seluruh dugaan tersebut harus dibuktikan melalui proses hukum yang transparan dan profesional oleh aparat penegak hukum.

“Kami menghormati asas praduga tak bersalah. Namun berbagai persoalan yang muncul sudah cukup menjadi dasar bagi Plt Bupati Bekasi untuk melakukan evaluasi serius terhadap posisi Direktur Utama Perumda Tirta Bhagasasi,” tegas Zulfikar.

GRIB Jaya yang selama ini dikenal sebagai organisasi pendukung Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang dan Plt Bupati Bekasi dr. Asep Surya Atmaja berharap Pemerintah Kabupaten Bekasi mengambil langkah tegas demi menjaga profesionalisme perusahaan daerah. 

Menurut Zulfikar, sebagai pendukung Ade Kuswara Kunang dan dr. Asep, pihaknya memiliki beban moral atas kinerja dari RHL selama ini.

Menurut Zulfikar, Perumda Tirta Bhagasasi harus dikembalikan pada tujuan utamanya sebagai perusahaan pelayanan publik yang sehat, profesional, dan mampu memberikan kontribusi maksimal bagi masyarakat Kabupaten Bekasi.

“Masyarakat menunggu langkah nyata dari Plt Bupati Bekasi untuk membenahi Perumda Tirta Bhagasasi agar lebih transparan, profesional, dan fokus melayani kebutuhan air bersih masyarakat,” pungkasnya.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.