Di Kabupaten Sikka, BNPB bersama BPBD dan sejumlah mitra kemanusiaan melakukan joint needs assessment untuk memetakan kebutuhan konkret masyarakat terdampak.

Langkah tersebut melibatkan antara lain Palang Merah Indonesia, Humanitarian Forum Indonesia, Universitas Muhammadiyah Maumere dan komunitas lokal.

Pemerintah Provinsi NTT juga memperkuat pelayanan kesehatan di tengah kerusakan fasilitas kesehatan.

Pada 4 September, BPBD NTT mencatat 654 fasilitas pelayanan kesehatan terdampak. Pemerintah menyatakan tenaga kesehatan tetap berada di garis depan untuk menjaga pelayanan bagi masyarakat terdampak.

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena sebelumnya juga telah menyoroti persoalan warga yang meninggal ketika berada di pengungsian.

Berdasarkan data BPBD NTT per 30 Agustus, terdapat 115 orang meninggal dunia, 1.780 orang luka-luka dan 172.050 orang mengungsi.

Pemerintah daerah menyatakan kondisi warga yang meninggal bukan akibat langsung gempa perlu diantisipasi karena faktor kehidupan di pengungsian, lingkungan, kesehatan dan persoalan sosial dapat meningkatkan risiko bagi masyarakat.

Dalam perkembangan berikutnya, data pemerintah kembali berubah. Data aplikasi INATANA BPBD Provinsi NTT per 15 September mencatat 120 orang meninggal dunia, 1.191 orang luka-luka dan 136.642 warga masih mengungsi di tujuh kabupaten terdampak.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.