Dua tim teratas dari setiap tier direncanakan naik ke tingkat di atasnya, sementara dua tim terbawah turun ke tier berikutnya.
Rancangan tersebut juga tidak menggunakan pembagian geografis seperti kawasan Barat dan Timur Asia. Penempatan tim dilakukan berdasarkan kekuatan kompetitif.
Perubahan paling besar berada pada hubungan Nations League dengan kualifikasi turnamen utama AFC dan FIFA.
Untuk kualifikasi Piala Dunia, format terintegrasi direncanakan mulai diterapkan pada siklus 2032–2033. Tim-tim di Tier 1 akan memainkan 12 pertandingan, dengan enam laga kandang dan enam laga tandang.
Dalam rancangan tersebut, enam tim teratas Tier 1 akan memperoleh tiket langsung ke Piala Dunia. Sementara peringkat ketujuh hingga kesepuluh akan masuk jalur playoff untuk memperebutkan tiket yang tersedia.
AFC juga merancang Nations League terintegrasi dengan kualifikasi Piala Asia. Seluruh tim Tier 1 dan enam tim terbaik Tier 2 direncanakan mendapatkan tiket ke putaran final Piala Asia.
Delapan tim terbaik Tier 1 juga berpeluang melanjutkan kompetisi ke fase knockout untuk menentukan juara Nations League.
Sebelum diterapkan penuh, AFC mempertimbangkan turnamen percontohan pada 2028/2029. Kompetisi tersebut dapat digunakan untuk menentukan pembagian tier berdasarkan kekuatan tim nasional.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


Tinggalkan Balasan