“Menyelesaikan Papua saya rasa tidak hanya oleh TNI, semuanya harus berkolaborasi: pemerintah daerah, kementerian-kementerian,” kata Agus.
Menurut Agus, kolaborasi diperlukan antara lain karena kondisi geografis Papua yang luas dan memiliki banyak wilayah pegunungan.
Ia menyebut keterlibatan berbagai institusi dapat mendukung operasi sekaligus penanganan persoalan masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, TNI menyatakan pendekatan teritorial dilakukan bersamaan dengan operasi keamanan. Kegiatan tersebut diarahkan pada pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah penugasan.
Sementara itu, perkembangan keamanan di Papua dalam beberapa pekan terakhir masih menjadi perhatian. ANTARA melaporkan sejumlah konflik terjadi di wilayah Papua, termasuk kasus kematian seorang sopir travel di kawasan Danau Habema, Papua Pegunungan, yang kemudian dikaitkan TNI dengan kelompok bersenjata.
TNI juga melaporkan sejumlah mantan anggota dan simpatisan OPM kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Pada 10 September 2026, Koops TNI Habema menyebut enam orang kembali dan menyatakan ikrar setia kepada NKRI.
Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna mengatakan pendekatan humanis dan pembinaan teritorial menjadi bagian dari proses tersebut.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


Tinggalkan Balasan