“Sementara, tambahannya itu sekarang Rp20 triliun dan akan segera dicairkan untuk mendukung keuangan BPJS pada bulan Oktober ini, artinya dua hari lagi, dan juga bulan November sehingga nanti keuangan BPJS akan tertutupi dengan baik,” ujarnya.

Arus Kas BPJS

Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito menjelaskan posisi penerimaan dan pembayaran pelayanan kesehatan. Iuran yang berhasil dihimpun mencapai Rp118 triliun, sedangkan manfaat pelayanan kesehatan yang harus dibayarkan mencapai Rp132 triliun.

“Jadi ini ada kesenjangan arus kas untuk kita tetap bisa membayar pelayanan kesehatan yang sudah dilakukan oleh teman-teman di fasilitas kesehatan,” kata Prihati.

Tekanan tersebut sebelumnya juga tercermin dalam arus kas bulanan. BPJS Kesehatan menyebut penerimaan iuran sekitar Rp14 triliun per bulan, sementara pembayaran kepada rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya mencapai sekitar Rp16 triliun per bulan.

Dengan demikian, terdapat gap sekitar Rp2 triliun setiap bulan.

Pemerintah kemudian menempatkan tambahan dana APBN sebagai dukungan untuk menjaga pembayaran pelayanan kesehatan kepada fasilitas kesehatan.

52 Juta Peserta Tidak Aktif

Selain persoalan pembayaran manfaat, BPJS Kesehatan juga menghadapi tantangan dari sisi kepesertaan dan pembayaran iuran.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.